Manusia adalah Sistem Keamanan yang Paling Tidak Aman

by | Oct 12, 2025 | 0 comments

Serangan siber semakin banyak terjadi seiring dengan Transformasi Digital yang terjadi di
berbagai sektor kehidupan kita. Tahun 2023 di Indonesia terdapat beberapa serangan siber mulai
dari bocornya data nasabah sebuah bank nasional hingga bocornya data dukcapil. Kejadian ini
menunjukkan bahwa tingkat keamanan sistem yang ada di Indonesia masih rendah dan rentan
menjadi target serangan. Institusi yang menjadi target serangan bukan institusi sembarangan atau
kacangan tapi institusi level atas dan nasional. Lalu bagaimana kita menyikapi hal ini? Bisa jadi
hal ini terjadi pada institusi atau organisasi yang kita miliki atau tempat kita bekerja.

Menurut Peraturan Menteri Pertahanan, Serangan Siber adalah segala bentuk perbuatan,
perkataan, pemikiran baik yang dilakukan dengan sengaja maupun tidak sengaja oleh pihak
mana pun, dengan motif dan tujuan apa pun, yang dilakukan di lokasi mana pun, yang disasarkan
pada sistem elektronik atau muatannya (informasi) maupun peralatan yang sangat bergantung
pada teknologi dan jaringan dalam skala apa pun, terhadap obyek vital maupun nonvital dalam
lingkup militer dan nonmiliter, yang mengancam kedaulatan negara, keutuhan wilayah dan
keselamatan bangsa 1 . Sementara menurut Wilson, Serangan Siber adalah kode komputer
berbahaya atau tindakan disengaja lainnya yang dirancang untuk mengubah, mengganggu,
menyangkal, menurunkan, atau menghancurkan informasi yang ada di komputer dan jaringan
komputer, atau komputer dan jaringan itu sendiri 2 . Dengan demikian serangan siber selalu
mengandung 2 unsur penting dalam prosesnya, pertama adalah sistem komputer dan kedua
adalah manusia.

Menurut Legito, S.T., M.Kom. dkk, Sistem Komputer adalah kumpulan perangkat-perangkat
komputer yang saling berhubungan dan berinteraksi satu sama lain 3 . Dari pendapat tersebut dapat
diartikan bahwa Sistem Komputer adalah suatu sistem dalam perangkat komputer yang memiliki
tujuan untuk melakukan proses pengolahan data yang kemudian menghasilkan sebuah informasi
yang berguna. Sistem komputer bekerja berdasarkan prinsip dasar pemrosesan informasi yang
melibatkan input, pemrosesan, output, dan penyimpanan data. Proses ini biasanya terjadi dalam
secara berulang, dimana komputer menerima data melalui perangkat input, memproses data
tersebut sesuai dengan instruksi yang diberikan oleh perangkat lunak dan CPU, lalu
menghasilkan output yang dapat dilihat atau disimpan.

Sistem komputer dapat berukuran dari perangkat yang sangat kecil seperti smartphone hingga
superkomputer yang sangat besar dan kuat. Mereka digunakan di berbagai bidang, termasuk
bisnis, ilmu pengetahuan, industri, hiburan, dan banyak lagi. Pemahaman tentang sistem
komputer sangat penting dalam dunia modern karena komputer telah menjadi bagian integral
dari kehidupan sehari-hari dan industri secara luas.
Sistem komputer pada umumnya terdiri dari beberapa komponen atau perangkat utama, yang
meliputi:
1. Hardware

Hardware yang dalam Bahasa Indonesia berarti perangkat keras adalah suatu perangkat
elektronik saling terhubung dalam komputer dan bisa dilihat maupun disentuh secara fisik.
Hardware dapat dikategorikan dalam 3 jenis, antara lain:
a. Perangkat Masukan (Input), seperti mouse, keyboard, scanner, michrophone, dan lain-
lain.
b. Perangkat Proses (Process), seperti processor, RAM, dan lain-lain.
c. Perangkat Keluaran (Output), seperti monitor, proyektor, printer, dan lain-lain.

2. Software
Software yang dalam Bahasa Indonesia berarti perangkat lunak adalah kumpulan data
elektronik yang disimpan dan diatur oleh komputer, data elektronik yang disimpan komputer
dapat berupa program yang berguna untuk menjalankan suatu perintah. Software bisa
dikelompokkan menjadi beberapa bagian, antara lain:
a. Sistem Operasi, seperti Windows, MacOs, Linux, dan lain-lain.
b. Program Aplikasi, seperti Ms. Office, Adobe Photoshop, Google, dan lain-lain.
c. Bahasa Pemrograman, seperti C++, Java, Python, dan lain-lain.
d. Program Bantu, seperti Anti-Virus, CC Cleaner, Winrar, dan lain-lain.

3. Brainware
Brainware yang dalam Bahasa Indonesia berarti perangkat otak adalah orang/manusia yang
menggunakan dan atau mengoperasikan sebuah perangkat Komputer. Brainware atau
pengguna biasa disebut user dan dapat dikelompokkan sebagai berikut:
a. Programmer. Orang yang punya kemampuan dalam Bahasa pemrograman dan berperan
sebagai pembuat software.
b. Administrator. Orang yang bertugas sebagai pengelola sebuah sistem komputer.
c. Operator. Orang yang bertugas menjalankan sistem komputer.

Dari penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa serangan siber dapat masuk melalui 3
komponen atau perangkat utama tersebut. Namun, banyak sistem keamanan dalam sistem
komputer saat ini sudah berada pada level sangat aman. Lalu mengapa serangan siber masih
sering terjadi dan mengapa masih banyak kebocoran data?

Manusia adalah jawaban dari pertanyaan di atas. Manusia yang dalam sistem komputer berperan
sebagai Brainware menjadi komponen atau perangkat paling rentan menjadi sasaran dari
serangan siber. Ini terjadi karena manusia memiliki sifat ceroboh yang bisa dijadikan celah oleh
pihak-pihak tak bertanggungjawab untuk melakukan serangan siber. Banyak serangan siber
terjadi karena kecerobohan manusia, mulai dari membuka pop up dan spam iklan illegal, asal
klik tautan mencurigakan hingga secara rutin menggunakan koneksi internet publik.

Maka dari itu, manusia sebagai bagian dari sistem komputer harus lebih teliti dan berhati-hati
dalam menggunakan dan mengoperasikan sistem komputer terutama manusia yang berperan
sebagai administrator dan operator. Berdasarkan imbauan dari Badan Siber dan Sandi Negara
(BSSN) Republik Indonesia ada beberapa hal yang harus dilakukan untuk meminimalisir
serangan siber, antara lain:
a. Jangan asal klik tautan mencurigakan.
b. Kenali jenis ekstensi file.
c. Selalu update aplikasi dan software.
d. Ganti password secara berkala.

e. Pasang anti-virus secara berkala.
f. Install aplikasi hanya di store resmi.

Ada beberapa hal lain yang bis akita gunakan untuk meminimalisir serangan siber, seperti
mengurangi penggunaan akses koneksi internet publik, meningkatkan wawasan
manusia/pengguna terkait serangan siber, dan jangan pernah memberikan informasi pribadi
secara umum. Jika hal-hal tersebut di atas dapat dilakukan dengan baik maka kita dapat
meminimalisir terjadinya serangan siber.

Penulis:
Nama : Yogi Pratama, M.Kom.
Prodi : Informatika Medis